Tips: Cara menghitung nilai hambatan Resistor (komponen elektronika) berdasar kode warna

Tips Cara menghitung nilai tahanan Resistor komponen elektronika berdasarkan kode warna coklat, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, abu-abu, putih, emas, perak

Resistor adalah komponen elektronik yang bersifat menghambat arus listrik dan sering digunakan secara luas di papan sirkuit peralatan elektronik. Komponen yang bersifat pasif (tidak membutuhkan arus listrik untuk bekerja) ini nilai besaran hambatannya dituliskan dalam satuan ohm dengan simbol Ω.

Resistor ditemukan oleh George Simon Ohm ahli fisikawan Jerman di tahun 1827, ia menemukan hubungan antara hambatan (R/ohm), tegangan (V/Volt), dan arus listrik (I/Ampere) yang dirumuskan dalam hukum Ohm (V = I.R).
Kegunaan Resistor dalam rangkaian elektronika antara lain: penghambat arus listrik, pembagi tegangan, pengaman arus berlebih, pembagi arus dan lain-lain.

Pada dasarnya, resistor terdiri dari dua jenis yaitu:

  • Resistor Tetap/Fixed Resistor . Resistor jenis ini mempunyai nilai hambatan tetap. Komponen resistor ini bermacam-macam bentuk dan bahannya, biasanya terbuat dari film karbon, film metal, keramik/porselin, adapula dari kawat atau panduan logam, dan
  • Resistor Tidak Tetap/Variable Resistor. Resistor jenis ini nilai tahanannya dapat berubah atau dapat diubah. Resistor jenis ini antara lain: potensiometer, trimpot, thermal resistor, dan photo resistor.

Umumnya resistor yang banyak digunakan sebagai bahan praktek pelajaran Fisika di sekolah adalah jenis Resistor Film Karbon umumnya dengan 4 gelang warna. Setiap siswa akan disuruh menghitung nilai ketahanan dan toleransi suatu komponen Resistor berdasarkan kode warna di pita-pita gelangnya.

Kalau lupa atau tidak tahu kode warna Resistor-nya, silahkan dilihat melalui tabel. Atau silahkan menggunakan halaman web ini untuk mencari nilai tahanan (Ω/ohm) dan nilai toleransi (%) pada resistor. (Ket: 1 M Ω= 1000 K Ω, 1 K Ω = 1000 Ω) Continue reading “Tips: Cara menghitung nilai hambatan Resistor (komponen elektronika) berdasar kode warna”