Tips Android: Cara rooting agar pengguna smartphone/tablet memiliki hak Admin/Superuser (via app Z4root dan Framaroot)

Tips Android Cara rooting agar pengguna smartphone tablet memiliki hak Admin Superuser via app Z4root dan FramarootRooting terhadap ponsel/tablet Android, sebenarnya apa maksud istilah “rooting” ini? Rooting yaitu proses eksploitasi terhadap perangkat lunak sistem operasi Android untuk mendapatkan hak akses level penuh (sebagai super user/admin layaknya user Administrator dalam OS Windows). Cara Rootingnya pakai aplikasi android semacam Z4Root atau Framaroot. Namun kerugiannya, jika sobat melakukan rooting berarti juga menghanguskan garansi barang yang sudah Anda beli, walau pun produsen resmi-nya tidak melarang sobat untuk melakukan rooting/eksploitasi terhadap perangkat (tablet atau gadget ponsel Android) yang mereka jual. Setelah proses eksploitasi ini selesai dilakukan ke ponsel-tablet, lalu akan muncullah menu aplikasi bernama Superuser (disingkat  SU).

 Aplikasi SUPERUSER ini berfungsi antara lain:

  • Mengizinkan atau menolak jika ada aplikasi lainnya ingin mengakses atau mengontrol penuh beberapa file atau folder sistem di sistem operasi Android. Contoh aplikasinya: Root Explorer, jika diizinkan (allow), maka aplikasi ini bisa mengakses semua folder dan file-file sistem yang penting dalam system Android, atau Adroid Terminal Emulator, jika diizinkan bisa melakukan perintah chmod, rm, dan lain-lain terhadap semua file dan folder dalam sistem (karena basis OS Android adalah Linux), dan lain-lain.
  • Maka untuk menjaga keamanan setelah ponsel diroot, sebaiknya atur setelan security SuperUser agar tetap menjaga keamanan file-file dan folder sistem, contohnya:
    1. jika ingin mengamankan file sistem secara total, sebaiknya pilih menu pengaturan Security: Automatic Response dan setel ke Deny, maka semua-semua aplikasi baik dikenal maupun tak dikenal, akan terus diblok alias tidak diberi izin untuk mengakses file/folder sistem.
    2. jika menu pengaturan Security secara sistematis: pilih Automatic Response dan setel ke Prompt (default), maka aplikasi Superuser ini akan mengingat sesuai pilihan pengguna, aplikasi android mana yang akan selalu diberi izin aksen penuh untuk mengontrol file/folder sistem (allowed), dan aplikasi mana mana yang akan selalu ditolak setiap meminta izin akses (denied).

    Tapi kalau sobat sudah paham dan tahu resikonya, ingin mengizinkan semua aplikasi android yang diinstall, silahkan saja pilih menu Automatic Response -> Always ini

Nah,  berikut ini adalah tips/cara  proses rooting dengan aplikasi (software) Rooting langsung dari tablet/ponsel Android, langkah-langkah proses rooting-nya, dibawah ini:

Cara rooting dengan aplikasi Z4ROOT

Install aplikasi Z4Root, silahkan download aplikasi Z4root disini atau klik

  1. Selanjutnya jalankan aplikasi Z4Root
  2. lalu muncul menu pilihan yaitu:
    • Temporary Root, pilih jika ingin me-rooting perangkat untuk sementara saja, jika direstart maka ponsel atau tablet kembali menjadi un-root.
    • Permanent Root, pilih jika ingin me-rooting perangkat secara permanen, jika android direstart maka statusnya masih rooted (sudah di-rooting)
    • Un-Root, silahkan pilih jika ingin mengembalikan ponsel menjadi un-root (normal sedia kala)
    • Terakhir, tunggulah hingga proses (rooting atau unroot) yang dipilih selesai.

Perhatian! 
 – Sebelum melakukan rooting, centang √ dulu modus “USB Debugging” (biasanya diakses melalui Menu → Applications → Development → USB Debugging).
– Jika proses rooting gagal (macet/lama/tidak ada reaksi), silahkan keluar dari Z4root. Lalu install aplikasi “Busybox Free” (link download disini ukuran 4MB), lalu jalankan, kemudian tekan  menu Install untuk mengaktifkan Busybox dan keluar, baru selanjutnya menjalankan aplikasi Z4Root untuk melakukan proses rooting lagi.  BusyBox adalah utility berukuran kecil yang diprogram untuk mengeksekusi perintah-perintah unix/linux (seperti chmod, cp, rm,  dan lain-lain) ke  dalam sistem Android.


Cara rooting dengan aplikasi FRAMAROOT

  1. Install aplikasi Framaroot, bisa download Framaroot disini atau klik
  2. Selanjutnya jalankan aplikasi Framaroot,
  3. lalu muncul 3 menu pilihan yaitu:
    • Install Superuser, pilih jika ingin me-rooting permanen Android, sekaligus aplikasi Superuser
    • Install SuperSu, pilih jika ingin me-rooting permanen Android, sekaligus menginstall alternative Superuser, yaitu SuperSU (aplikasi ini tampilan berbeda daripada Superuser tapi fungsinya hampir mirip)
    • Unroot, pilih jika ingin membalikkan status Android normal seperti sediakala (Unrooted)
  4. Terakhir, tekan Boromir, dan untuk memproses pilihan diatas.

Perhatian! 
 – Sebelum melakukan rooting, centang √ dulu modus “USB Debugging” (biasanya diakses melalui Menu → Applications → Development → USB Debugging).
– Jika proses rooting gagal (macet/lama/tidak ada reaksi), silahkan keluar dari Framaroot. Lalu install dulu aplikasi “Busybox Free” (link download disini ukuran 4MB), lalu dijalankan, kemudian tekan  menu Install untuk mengaktifkannya dan keluar, baru selanjutnya menjalankan aplikasi Framaroot untuk melakukan proses rooting lagi. 


Nah, itulah tips singkat cara rooting smartphone atau tablet Android. Semoga berguna! 🙂